Showing posts with label Switch. Show all posts
Showing posts with label Switch. Show all posts

Sunday, October 28, 2012

Etherchannel

Pada Spanning Tree, jika ada redundant link, maka tidak semua port akan di gunakan, sehingga tidak efisien. Agar semua port redundant yang kita buat di switch digunakan, maka kita bisa menggunakan salah satu fitur yaitu etherchannel (lihat gambar dibawah).
Lab 1 :
disini kita akan belajar etherchannel mode on. klo mode on, artinya di interface etherchannel tersebut tidak ada negoisasi terlebih dahulu.

Konfigurasi di SW1 :

SW1(config)#int range f0/1 - 3
SW1(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
SW1(config-if-range)#switchport mode trunk
SW1(config-if-range)#channel-group 1 mode on

Konfigurasi di SW2 :

SW2(config)#int range f0/1 - 3
SW2(config-if-range)#switchport trunk encapsulation dot1q
SW2(config-if-range)#switchport mode trunk
SW2(config-if-range)#channel-group 1 mode on

Pengujian :


Lihat status interface port-channel 1, disitu bandwidht nya bertambah menjadi 300MB, dan anggota dari etherchannel terdiri dari Fa0/1,Fa0/2,Fa0/3

Klo mau statusnya lebih detail, bisak ketik show etherchannel summary

LAB 2 :
Etherchannel PAGP desirable
klo pakai PAGP ini cisco propetary. pada PAGP desirable, port berusaha menjadi etherchannel dengan melakukan inisialisasi pertama kali. berikut konfigurasinya :
SW1 :
interface FastEthernet0/1
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!
interface FastEthernet0/2
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!
interface FastEthernet0/3
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!

SW2

interface FastEthernet0/1
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!
interface FastEthernet0/2
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!
interface FastEthernet0/3
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 channel-group 1 mode desirable
!

Pengujian :



RSTP (Rapid Spanning Tree)

  • Kenapa harus ada RSTP? karena Spanning three waktu untuk converge-nya jaringan terlalu lama (50detik). 
  • RSTP merupakan openstandart IEEE 802.1w
Lab :
Sekarang kita konfigurasi di SW1 & SW2 sebagai RSTP

SW1#conf t

SW1(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

SW2#conf t
SW2(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

Sekarang lakukan pengujian di SW1

pada kotak merah disitu tertulis Spanning tree enabled protocol rstp

Sekarang kita lakukan pengujian di SW2


Saturday, October 27, 2012

STP (Spanning Tree Protocol)

Pada switch manageble terdapat Spaning tree Protocol (STP). STP merupakan mekanisme pada switch yang mencegah terjadinya looping . looping adalah paket akan berputar-putar secara terus menerus sampai jaringannya down. Contohnya seperti berikut :

Untuk menghindari Looping, spaning tree akan melakukan blocking pada salah satu port (lihat gambar diatas).Pemilihan port yang blocking adalah berdasarkan mac-address terbesar dari switch tersebut dan port nomor port terbesar.
Point-point penting pada spaning-tree :
  • Pada Spaning-tree ada switch yang menjadi root bridge dan designated bridge
  • Pada spaning-tree terdapat  beberapa status port :
    • Listening
    • Learning
    • Forward
    • Block
  • Pada Spanning-tree di portnya terdapat beberapa rule:
    • root port
    •  Designated
    • Alternate
Seperti gambar diatas, SW1 mac-addressnya adalah 000b.fdf6.b400 dan SW2 mac-addessnya 000b.fdf7.4380. Mac-address yang terbesar adalah 000b.fdf7.4380 , kemudian port yang melakukan blocking adalah port dengan nomor yang terbesar yaitu F0/2.
Sekarang kita lihat bagaimana status spaning-tree dari kedua Switch diatas :
SW1

Dari gambar diatas, yang ada di dalam kotak merah itu informasi Root ID. Root ID adalah informasi switch yang menjadi root bridge, dengan priority 32769 dan mac-address 000b.fdf6.b400.
Yang ada didalam kotak kuning, itu adalah bridge ID, Bridge ID adalah informasi dari switch itu sendiri. Pada gambar diatas, yang ada didalam kotak kuning dan merah datanya sama, karena Switch itu yang menjadi root bridge.
Didalam kotak hijau itu adalah status dari portnya, untuk switch yang sebagai rootbridge pasti rolenya adalah designated.
Sekarang kita lihat informasi di SW2

Dari gambar diatas, yang ada di dalam kotak merah itu informasi Root ID. Namun disitu ada status cost dan port. Cost adalah cost menuju switch rootbridge, dan port adalah untuk menuju switch root bridge melewati port mana.
Yang ada didalam kotak kuning, itu adalah bridge ID, Bridge ID adalah informasi dari switch itu sendiri(SW2). kita lihat mac-address dari switch itu sendiri yaitu 000b.fdf7.4380. Memang benar, mac address dari SW2 lebih besar dari SW1, oleh karena itu dia menjadi switch designated bridge.
Didalam kotak hijau itu adalah status dari portnya, disitu ada role root, dan Altn. Untuk role root, adalah port yang menuju rootbridge, dan Altn adalah alternatif, dan port itu statusnya BLK (blocking) 

Dynamic Trunking Protocol (dynamic auto)

Sebelumnya kita sudah belajar Dynamic Trunking Protocol Dynamic desirable, sekarang kita akan belajar Dynamic auto.
LAB 1

SW1 sebagai trunk
SW1#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk

SW2 sebagai dynamic auto

SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#switchport mode dynamic auto

Sekarang kita lihat apa hasilnya :
SW1

SW2


LAB 2:
SW 1 sebagai Access :
SW1#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode access

SW2 sebagai dynamic auto :
SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#switchport mode dynamic auto

Kita lihat di SW1, harusnya portnya sebagai access :
Kita lihat di SW2, portnya sebagai apa :


ternyata di SW 2, portnya berubah menjadi access

LAB 3:

SW 1 sebagai  dynamic auto  :
SW1(config)#int f0/1
SW1(config-if)#switchport mode dynamic auto


SW2 sebagai dynamic auto :
SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#switchport mode dynamic auto
Lihat status di SW1

Lihat status di SW2
ternyata di SW2 dia menjadi Access

Kesimpulang :
Jika dynamic auto, dia akan tetap mengikuti status dari switch lawannya, misalkan jika dari sisi lawannya access dia akan menjadi access, jika trunk akan menjadi trunk dan jika ketemu dynamic desirable akan menjadi trunk.
sekarng apa perbedaannya antara dynamic auto dengan dynamic desirable? kalau dynamic auto dia akan berusaha menjadi access, klo dynamic desirable akan berusaha menjadi trunk.


Friday, October 26, 2012

Dynamic Trunking Protocol (dynamic desirable)

Status port dari switch ada 5 :

  • Access
  • Trunk
  • Dynamic Desirable
  • Dynamic Auto
  • Non-negotiate
Sebelumnya kita sudah belajar mengenai port Access dan port Trunk, sekarang kita akan belajar mengenaik Dynamic Desirable, Dynamic Auto dan Non-negotiate.
Dynamic Desirable
Jika ada switch baru semua status pada portnya adalah Dynamic Desirable, artinya dia akan otomatis menyesuaikan, misalkan jika switch lawannya portnya trunk, maka dia akan trunk, dan ketika lawannya sebagai access, maka dia akan menjadi access. Sekarang kita coba lab kan, benar enggak sih pernyataan di atas :

LAB 1

Sekarang di SW1 saya buat sebagai trunk, apa yang terjadi jika SW2 saya set sebagai Dynamic Desirable
  • SW1 sebagai trunk :
SW1#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
  • SW2 sebagai dynamic desirable :
SW2#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode dynamic desirable
Sekarang kita lihat status dari SW1, harusnya pasti trunk :

kemudian kita lihat status dari SW2, apakah dia juga sebagai trunk ?

Alhamdullilah, di SW2 sekarang dia menjadi trunk. Sekarang kita lihat interface trunk nya dengan perintah show interface trunk di masing2 Switch:

di SW2

LAB 2
selanjutnya, SW1 sebagai Access, SW2 sebagai dynamic Desirable

  • SW1 sebagai Access :
SW1#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode access
end
  • SW2 sebagai dynamic desirable :
SW2#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode dynamic desirable
kita sekarang check di SW2, apakah dia berubah menjadi mode access :

Jika SW1 sebagai Access dan SW2 sebagai dynamic desirable, maka statusnya akan berubah menjadi access
LAB 3
Sekarang apa yang terjadi jika kedua ujung di set sebagai dynamic desirable ?


SW1#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode dynamic desirable

Sekarang kita lihat status di port f0/1 SW1 dan f0/1 SW2
di SW2
Jika SW1 dynamic desirable dan SW2 dynamic desirable , maka portnya akan berubah menjadi trunk
LAB 4
Selarang apa yang terjadi ketika SW1 di set sebagai dynamic auto dan SW2 Dynamic Desirable?

SW1(config)#int f0/1
SW1(config-if)#switchport mode dynamic auto
SW2#sh run int f0/1
interface FastEthernet0/1
 switchport mode dynamic desirable


Lihat status di SW1

lihat status di SW 2 :

Jika di SW1 sebagai dynamic Auto dan di SW2 sebagai dynamic desirable , maka portnya akan berubah menjadi trunk

Access & Trunk Port

Sekarang kita belajar onfigurasi port pada switch :

1. Access
langkah konfigurasi di switch :
  • Buat Vlan 50
SW-atas(config)#vlan 50
SW-atas(config-vlan)#name IDN
  • Meng-assign port Fe0/1 ke vlan 50
SW-atas(config)#int f0/1
SW
-atas(config-if)#switchport mode access
SW
-atas(config-if)#switchport access vlan 50
Verifikasi :
SW-atas#sh run interface f0/1
!
interface FastEthernet0/1
 switchport access vlan 50
 switchport mode access
end
dari status di atas, port f0/1 dia mode acess vlan 50

2. Trunk
Di switch atas, terdapat vlan 50, dan di Switch bawah terdapat switch 50 juga. agar vlan yang sama di switch yang berbeda dapat bertukar informasi maka dibutuhkan namanya port trunk.
Pada port di switch atas yang mengarah switch bawah di set sebagai trunk. Begitu pula port dari switch bawah menuju switch atas, diset sebagai trunk juga.
berikut konfigurasinya :
SW-atas(config-if)#int f0/1SW-atas(config-if)#switchport mode trunk

SW-bawah(config-if)#int f0/1SW-bawah(config-if)#switchport mode trunk
Pengujian :
SW-atas#sh interfaces trunk
Port        Mode         Encapsulation  Status        Native vlan
Fa0/1       on           802.1q         trunking      1
Port      Vlans allowed on trunk
Fa0/1       1-4094
Port        Vlans allowed and active in management domain
Fa0/1       1,50
Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Fa0/1       1,50
SW-bawah#sh interfaces trunkPort        Mode         Encapsulation  Status        Native vlanFa0/1       on           802.1q         trunking      1Port      Vlans allowed on trunkFa0/1       1-4094Port        Vlans allowed and active in management domainFa0/1       1,50Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not prunedFa0/1       1,50